4.Incentivized advertising (periklanan berinsentif)
Teknik advertising ini adalah periklanan dimana trafik diperoleh dengan memerikan “reward” atau bonus untuk mengunjungi website anda.
Strategy dari teknik incentivized advertising adalah :
- traffic exchange program (program pertukaran trafik-biasanya dengan sistem kredit)
- autosurf advertising (periklanan dengan surfing yang berjalan otomatis)
- paid to read advertising ( kita membayar setiap ada orang yang bersedia membaca iklan kita)
- safelist advertising (periklanan dengan mengumpulkan list-data prospek terlebih dulu)
Keberhasilan jenis advertising ini tergantung pada tawaran anda dan bagaimana anda menyajikannya. Sebagian besar pengiklan yang gagal dengan metode ini dikarenakan mereka tidak mempunyai tawaran yang bagus atau mereka gagal untuk memberikan nilai keuntungan pada pengunjung atau pun tawaran mereka tidak cocok dengan target audience yang datang.

5.Obstrusive advertising (periklanan yang mencolok)
Jenis terakhir dari teknik periklanan online adalah obstrusive advertising dimana trafik di paksa (didorong) untuk melihat iklan anda. Contoh yang paling sering kita lihat dari jenis ini adalah popup atau pop under advertising (periklanan dengan pop up atau pop under).
Aturan pertama dalam obstrusive advertising adalah menghindari trafik tak tertarget,hal yang biasa terjadi dalam periklanan jenis ini. Jika iklan anda muncul di hadapan orang-orang yang tidak tertarik dengan tawaran anda,maka anda dianggap melakukan kesalahan.
Jika trafik tertarget,keberhasilan anda dalam melakukan obstrusive advertising tergantung pada tawran anda dan cara anda mengemasnya,sama halnya dengan incentivized advertising (no 4).

catatan:
Sebagaimana anda ketahui,online advertising tidaklah sesulit yang nampak.Saya berharap,dengan informasi di atas anda bisa lebih baik lagi dalam melakukan persiapan untuk mengiklankan campaign anda.

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!