Apa Yang Kau pikir tentang $$$ dari Bisnis Online???
Sudah lama sebenarnya pingin menulis tentang topik judul diatas di blog ini,tapi masih mengumpulkan segenap energi dan kadigdayan (
kayak.. jawara silat aja ha..ha ..ha).
Kepikiran menulis tentang topik diatas,karena setelah sering mendapatkan email feedback prospek atau subscriber (pelanggan newsletter ku).Aku semakin menyadari bahwa karakteristik pasar indonesia memang unik.Kalo boleh aku membuat kesimpulan (versiku sendiri ) ada beberapa karakter pasar untuk bisnis online :
1.menyukai bahasa-bahasa hype (memberi janji yang indah dan tinggi) apalagi bila disertai screenshot –gambar bukti cek,transfer atau apapun yang menunjukkan bukti penghasilan dari dunia bisnis online memang besar.Misal : “percayalah anda akan bisa mendapatkan income $200,$300 bahkan $1000 perhari sekalipun dengan tidur saja”. saya yakin iklan dengan kata-kata seperti diatas jauh akan mendapatkan perhatian dari pada ditulis seperti ini “Anda akan bisa mempelajari step by step bagaimana membangun bisnis online anda.” ![]()
2.cenderung pragmatis dan instant.Begitu merespon terhadap sebuah informasi yang menggiurkan,maka sebagian besar akan berpikir,kalo saya meniru apa yang dilakukan oleh si pengiklan,atau mengikuti program yang pengiklan tawarkan pasti dengan segera juga akan mendapatkan hasil yang sama dengan si pengiklan.Wah enak bener ya,sambil tidur bisa mendapatkan ribuan $$ apalagi dalam tempo cepat!Ini terbukti dengan begitu banyaknya email yang terkirim ke mail box saya,dengan pertanyaan aneh,” ok deh aku tertarik dengan info mu,kalo aku juga mau ikut bisnis kayak kamu,kira-kira apa bisa mulai menghasilkan bulan depan ?? ”
duuuh capee deh.Padahal jelas-jelas aku menawarkan sebuah informasi tentang bagaimana memulai menjalankan bisnis online,bukan bagaimana caranya mencetak uang dalam sekejap.Ibaratnya saya menjual informasi tentang bagaimana mahir masak,eh mereka bertanya kapan bakmi nya matang? dan bisa di makan? —–> aneh kan?.Ya jelas, aku jawab,ya tergantung anda donk,saya kan mengajari tentang bagaimana mahir masak,perkara kapan bakminya matang dan siap dimakan,tergantung anda mau mulai masak kapan,trus masak apa? sudah siapin bahan dan praktek belum dst..dst….
3.Karakteristik pasar (customer) Indonesia cenderung malas membaca.Ya,itu sebuah fakta,bahwa mereka suka membaca bahasa iklan hype –>memang benar,mereka suka mengagumi gambar-gambar screenshot–> itu juga benar,tapi kalo harus menekuni satu demi satu penjelasan yang lebih detil dari pihak pengiklan,agar informasi yang diterima lebih lengkap dan agar punya gambaran utuh tentang produk yang ditawarkan,rasanya itu bukan tabiat pasar indonesia,memang ada juga yang mau mengumpulkan informasi dan bersedia membaca lebih detil setiap penjelasan tentang produk dan informasi penunjang,tapi prosentasi nya amat kecil,dibanding yang malas membaca.Ini ada kaitannya dengan tabiat no 2 diatas.
4.Berpegang pada pembeli adalah raja, sebenarnya berpegang pada ungkapan ini bukanlah hal yang salah,tapi terus terang saya tidak terlalu setuju.Buat saya,pembeli dan penjual haruslah tetap adil,dalam arti keduanya harus merasa saling membutuhkan sehingga akan terjadi saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing.Sebab dengan berpijak pada “pembeli adalah raja” semata,pembeli seolah hanya berhakl menuntut haknya,bahkan tidak jarang mereka ‘marah atau bahkan mengultimatum’ karena menganggap hak nya tidak dipenuhi.Bukankah pembeli bersedia bertransaksi dengan kita karena memang membutuhkan produk dan service dari penjual? jadi pembeli yang baik harusnya juga bisa memenuhi kewajibannya dulu sebelum menuntut sesuatu,misal nya,” silahkan anda baca semua ketentuan dan informasi produk dari penjual,kalo anda sudah mantap baru anda beli.”Jangan setelah membeli anda marah,karena ternyata apa yang anda bayangkan tidak sesuai dengan yang anda peroleh,padahal anda membayangkan saja,karena tidak mau membaca informasi lebih detil.Kewajiban anda sebagai pembeli adalah mencari tahu dan membaca informasi sedetil mungkin,dan hak anda mendapatkan pelayanan.Nah penjual juga begitu,penjual wajib memberikan informasi yang detil seputar produk,baru kemudian menerima hak pembayaran.Itulah arti sebuah keadilan dalam bertransaksi.
Syukurlah,sejauh ini saya bisa menjadi penjual yang telah bisa menunaikan kewajiban saya,sehingga begitu ada yang protes tentang sesuatu hal,saya akan bisa menjelaskan,dan memang sebagian besar dari yang protes adalah customer dengan kriteria diatas.Sekalipun pada dasarnya itu adalah tabiat pasar yang sifatnya kultur (kecenderungan budaya) tapi dengan edukasi yang baik mudah-mudahan mereka berbalik menjadi customer yang loyal.
Dan kalo masih ada customer saya (dari produk apapun yang saya jual— maklum jualan macam2 dagangank
) ada yang merasa tidak puas ,saya sarankan coba dicek dulu,apakah sudah menuaikan kewajiban anda dengan baik atau belum ![]()
Dan saya garansi bila anda telah memenuhi kewajiban dengan baik,maka anda akan mendapatkan hak anda 100%.

1manggis
wrote on 19 June 2008 at 14:50
Mas abil….mbaca tulisan postingannya…keciiiil amat…(bisa digede in dikit dong!)
Salam kenal dan tips-tips bisnisnya dikencengin lagi yaa…!
2dpi
wrote on 24 June 2008 at 1:39
Ini theme nya emang begitu,
Cara nggedein (kalau pakai firefox), klik view -> text size -> increase. atu tekan saja Ctrl++